I once had a girl, or should I say, she once had me
She showed me her room, isn’t it good, norwegian wood?
She asked me to stay and she told me to sit anywhere
So I looked around and I noticed there wasn’t a chair -Norwegian Wood (The Bird Has Flown) The Beatles
Suara
gitar dan sitar di lagu ini mengalun seakan-akan membawa ke tengah
taman di mana rerumputan terhampar luas, angin membelai rambut, dan
kicauan burung-burung saling menyahut di atas awan. Lirik dan
instrumennya benar-benar hebat! Layaklah penciptanya menjadi band
legendaris. Band Inggris yang terdiri dari empat orang personil cerdas,
The Beatles.
Tapi di sini, saya tidak mau bercerita
tentang band legendaris sepanjang masa ini. Sudah banyak yang mengukir
sejarah mengenai mereka. Bahkan, seorang penulis novel asal Jepang pun
membuahkan satu karya dari nama liriknya. Ialah Haruki Murakami, seorang
penulis Jepang dengan cerita-cerita absurdnya mencoba mengangkat
Norwegian Wood menjadi novel best seller tidak hanya di Jepang tetapi di
dunia. Dan saya bisa berkata, NOVEL INI GILA!
Keanehan
Murakami tertuang di dalam novel ini. Cerita yang berlatar belakang
Jepang pasca Perang Dunia II dan kehidupan liar remaja di sana, novel
ini berhasil membuat deg deg ser saat membacanya. Ya, buku ini sangat
mempermainkan emosi, nafsu dan hasrat beberapa pasang anak manusia.
Watanabe, tokoh utama di cerita tersebut menceritakan perjalanan
panjangnya dari mulai kawannya yang melakukan Harakiri, pacar kawannya
yang ia sukai kemudian masuk dalam panti rehabilitasi serta seorang
perempuan tomboy bernama Midori –dan bukan pacarnya—yang datang mengisi
kekosongan hidupnya serta Nagasawa, kehidupanya liar, bebas dan
pemberontak tetapi ia menetapkan pilihan pada satu cinta dan satu
perempuan, walau pada akhirnya tidak ada ujung pernikahan. Saya tidak
mau terlalu panjang menuliskan tentang isi novel ini karena saya tidak
membuat resensi.
Lantas, apa hubungan antara lagu
Norwegian Wood dengan novel ini? Sekilas, hubungannya yaitu lagu
Norwegian Wood adalah lagu kesukaan Naoko, seorang perempuan yang
disukai oleh Watanabe dan dinyanyikan oleh Reiko, teman Naoko satu
rehabilitasi. Hanya itu? Oh tentu tidak!
Murakami tidak
standar. Kalau kita baca novel ini lebih dalam, ada adegan di mana
Midori, seorang perempuan yang ditemui oleh Watanabe di kampusnya,
mengajak Watanabe datang ke rumahnya. Di rumah itu, Midori menyuruh
Watanabe duduk di mana saja senyamannya karena rumah itu tidak ada
tempat duduk maupun perabotan lain, hanya ada meja dan rumah itu
terbangun dari kayu-kayu Norwegia. Mereka saling bercerita, melihat
kebakaran di rumah tetangganya, menenggak wine sampai pukul dua pagi.
Midori meminta Watanabe untuk menginap di rumahnya. Awalnya Watanabe
tidak mau, pada akhirnya ia menyerah juga dan tidur di rumah Midori. Ia
terlelap sampai pagi, ketika terbangun ia melihat Midori sudah pergi
dari rumah dan meninggalkan Watanabe di rumah itu sendiri.
Mari kita lihat dengan lirik The Beatles secara keseluruhan :
I once had a girl, or should I say, she once had me
She showed me her room, isn’t it good, norwegian wood?
She asked me to stay and she told me to sit anywhere
So I looked around and I noticed there wasn’t a chair
I sat on the rug, biding my time, drinking her wine
We talked until two and then she said, “It’s time for bed”
She told me she worked in the morning and started to laugh
I told her I didn’t and crawled off to sleep in the bath
And when I awoke I was alone, this bird had flown
So I lit a fire, isn’t it good, norwegian wood?
Adegan
ini memang bukan adegan utama dari novel ini, tapi Murakami bisa
menyisipkan adegan di dalam lirik ini seakan tidak penting tetapi kalau
kita jeli, kita bisa menemukannya. Silahkan membaca dan pahami setiap
adegannya.(RAM)
No comments