Pages - Menu

Jun 15, 2016

Jika Nanti

Apabila fusi berakhir lebur
Tanaman tertanam di tanah gembur
Jiwa terangkat dari jasad
Putaran waktu, tidak ada yang menunggu

Izinkan aku,
Tersenyum dan melepas pilu

Jasad mati, ruh tetap bangkit berdiri.

-Maharani, 2016

Jun 5, 2016

Memahami Dunia Imajinasi Anak-anak Melalui Cerita dan Tulisan


Drama Anak

Sabtu petang 4 Juni lalu, saya bersama suami mengunjungi South Quarter Dome, gedung baru di kawasan TB Simatupang dan menyaksikan sekumpulan anak-anak Sekolah Dasar di atas panggung sedang bermain mini drama. Mereka membawakan cerita tentang Seorang Raja dan Ratu yang memiliki anak seorang Puteri bernama Fahira. Anak-anak itu memerankan perannya masing-masing dengan bersemangat. Sayang, saya menyaksikan mini drama mereka tidak dari awal karena terlambat datang.

May 25, 2016

Pembalut dan Rasa Malu


Seorang teman kantor meminta saya sambil berbisik, “Reka, lo punya “roti jepang” nggak?”. Waktu itu kebetulan saya memang habis dari toko di lantai bawah untuk membeli roti, dan kebetulan kedua, roti yang saya beli itu roti sobek jadi bisa dibagi dua ke teman. Tapi saya tidak tahu roti sobek itu dari Jepang atau bukan, toh mereknya berbahasa Indonesia.

May 5, 2016

May Day My Day di Hidden Paradise Jakarta

oleh : Pulung Pribadi
kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan kalau kita tidak berani melangkah. – Maharani, 2016


Dalam dongeng-dongeng a la Disney, The End of the story adalah ketika pangeran dan putri bertemu, terjadi konflik emosional dan akhirnya pernikahan menjadi titik kebahagiaan mereka. Akan tetapi kenyataan bukanlah dongeng Disney. Menikah adalah bentuk awal dari kehidupan yang tidak tahu kapan The End. Menyoal pernikahan, menikah itu memiliki beragam perspektif tetapi intinya, memantapkan diri, hati dan pikiran. Memantapkan diri untuk berjalan dengan seseorang bersama-sama, susah senang ditelan bersama memang harus dengan kesepakatan bulat. Tetapi istilah “kalau kita berniat awal baik, semua akan berjalan dengan baik pula” ternyata benar juga.

Prewedding di Tengah Aksi Demonstrasi

oleh : Pulung Pribadi
Soal foto “prewedding”. Bisa sederhana. Bisa bikin pusing.

Wacana foto pra-nikah sudah muncul di awal-awal ketika kami memutuskan menikah. Bagi saya, foto pra-nikah tak mesti disiapkan secara khusus. Dalam perjalanan kami, ada beberapa foto rekaman perjalanan berdua Reka ke beberapa tempat. Meski tak diniatkan sebagai koleksi foto jelang nikah, tetap bisa dimaknai sebagai foto “pre-wed”.